"Sejatinya, setiap hari akan menjadi sejarah dalam hidup kita, namun apakah itu berkesan atau tidak hanya kita yang bisa memaknainya."
Hari itu menjadi salah satu hari bersejarah dan berkesan dalam hidupku, bukan karena hari ulang tahunku, bukan karena khitbah, bukan pula karena nikah. Ini hari di mana aku berani memuntahkan semua isi hati, seperti merapi memuntahkan laharnya, seperti tsunami yang meratakan serambi mekah. Membuang semua yang harus dibuang, walau tentu tempat itu tidak akan bersih seperti semula, setidaknya tidak penuh dengan sampah, dan akan lebih mudah dibersihkan.
Senang, sedih, kesal, khawatir, semua yang berkecambuk selama satu tahun itu aku muntahkan. Kemana? ketempat asalnya. Sumber utama kekacauan dalam hati, sumber utama kesemerautan pikiran, sumber utama hammi..
Aku sadar, hal ini bukan semata-mata kesalahan sang sumber, ini lebih besar karena keteledoran ku, membiarkan lubang kecil di sudut hati, terbuka tak diperbaiki, hingga akhirnya terjadi kebocoran yang lebih besar dan berbahaya.
Keputusan untuk menutupnya sudah aku lakukan, tapi saat menyadari hal itu, sampahnya sudah terlalu banyak dan sulit dibersihkan. Sampai pada suatu hari, aku putuskan untuk memuntahkannya, bagaimana pun caranya, apapun konsekwensi yang akan aku hadapi kedepannya..aku siap. Tekad itu sudah bulat, sudah kuat, semakin kuat saat sahabat dekatku memberikan dukungan penuh untuk melakukan misi pembuangan tersebut.
Tempat dan waktu sudah disepakati, huuff..akhirnya aku mengeluarkannya, sampah itu keluar..mengalir dengan begitu mudah, tanpa air mata..karena aku memang tidak mengizinkan mataku mengeluarkannya.
Sampah itu aku kembalikan padamu. Tanpa beban. Agar kau mengerti apa yang selama 365 hari lebih aku alami dan aku rasakan. Hanya agar kau memahaminya, tanpa harapan apapun..karena harapan itu sudah mati bersamaan dengan kiriman emailmu pada temanku :)
Hanya satu yang masih aku simpan, rasa hormat padamu karena aku tidak bisa membencimu atau mungkin tidak mau.
26/12/11 Ini lah satu lagi hari bersejarah dalam hidupku, walau tak terlalu menyenangkan, tapi pasti kukenang..
Senang, sedih, kesal, khawatir, semua yang berkecambuk selama satu tahun itu aku muntahkan. Kemana? ketempat asalnya. Sumber utama kekacauan dalam hati, sumber utama kesemerautan pikiran, sumber utama hammi..
Aku sadar, hal ini bukan semata-mata kesalahan sang sumber, ini lebih besar karena keteledoran ku, membiarkan lubang kecil di sudut hati, terbuka tak diperbaiki, hingga akhirnya terjadi kebocoran yang lebih besar dan berbahaya.
Keputusan untuk menutupnya sudah aku lakukan, tapi saat menyadari hal itu, sampahnya sudah terlalu banyak dan sulit dibersihkan. Sampai pada suatu hari, aku putuskan untuk memuntahkannya, bagaimana pun caranya, apapun konsekwensi yang akan aku hadapi kedepannya..aku siap. Tekad itu sudah bulat, sudah kuat, semakin kuat saat sahabat dekatku memberikan dukungan penuh untuk melakukan misi pembuangan tersebut.
Tempat dan waktu sudah disepakati, huuff..akhirnya aku mengeluarkannya, sampah itu keluar..mengalir dengan begitu mudah, tanpa air mata..karena aku memang tidak mengizinkan mataku mengeluarkannya.
Sampah itu aku kembalikan padamu. Tanpa beban. Agar kau mengerti apa yang selama 365 hari lebih aku alami dan aku rasakan. Hanya agar kau memahaminya, tanpa harapan apapun..karena harapan itu sudah mati bersamaan dengan kiriman emailmu pada temanku :)
Hanya satu yang masih aku simpan, rasa hormat padamu karena aku tidak bisa membencimu atau mungkin tidak mau.
26/12/11 Ini lah satu lagi hari bersejarah dalam hidupku, walau tak terlalu menyenangkan, tapi pasti kukenang..

dan Allah selalu dekat dengan hamba2 yg mendekatkan diri padaNya, smoga selalu bersemangat...
BalasHapusAamiin..terima kasih, mohon doanya :)
BalasHapus